Tampilkan postingan dengan label Photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photography. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

Kantor Adobe, Gue Pengen Kerja Disana

Udah lama sich gue baca ini ...
Tapi baru sempet gue posting neeh

Adobe sudah biasa kita kenal sebagai salah satu perusahaan software terbesar di bidang grafis dan programming. Beberapa produk yang kita kenal baik adalah Adobe Photoshop untuk grafis, dreamweaver untuk web, premiere untuk video, ilustrator dll. Kali ini kita coba lihat lebih dekat bagaimana kantor dan pegawai adobe photoshop di Park Avenue, San Jose, CA.




Ketika Anda mengunjungi Adobe Systems, Inc, pengunjung hanya diperbolehkan untuk parkir di tempat parkir bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah pintu utama dari garasi ke lobi. Jika Anda turun di lantai satu, Anda akan berada di lantai dasar dengan pintu masuk utama. Seperti sepatutnya perusahaan besar dibangun, sebagian besar isinya seperti tema perusahaan.


3 menara terbaru yang disebut “Almaden Tower”, tempat dimana para eksekutif bekerja.

Di lantai enam, ada halaman terbuka antara tiga bangunan yang di dalamnya ada lapangan basket. Pada lantai 14 dan 15 ada trotoar yang menghubungkan tiga menara.

Di sudut Baratdaya lantai 10 adalah Ruang pejabat Photoshop Lounge. Mereka dulu memiliki kursi bean-bag besar tetapi tampaknya beberapa dekorator membuatnya lebih longgar dan membuat hal-hal yang sedikit lebih “formal”.

karna gue suka desain grafis gue pengen kerja disana ... mudah mudahan

Sabtu, 13 November 2010

Adobe photoshop CS5

Belum juga semua fitur yang ada di Adobe photoshop CS 4 saya berhasil kuasai, Adobe kembali mengumumkan aplikasi CS5 terbaru. Ini artinya Adobe Photoshop CS5 membawa banyak fitur baru yang bisa membuat hal – hal menjadi mungkin dan semakin mudah digunakan.

Fitur – fitur ini membuat batas antara pemula dan profesional semakin tipis, tidak perlu menjadi master ato pro di Photoshop CS5, karena banyak fitur – fitur baru yang membuat anda (pemula menjadi pro). Beberapa fitur baru tersebut seperti :

  • Painting : “melukis” mengubah setiap gambar biasa menjadi lukisan poster.
  • Puppet Warp : salah satu fitur paling canggih, dan bisa melakukan banyak hal, tapi cukup mudah digunakan (tdk perlu jadi pro)
  • Content-Aware : menghapus objek yang tidak di inginkan dari foto tidak perlu memakan banyak waktu lagi, Sederhana dan Mudah.
  • HDR : buat para fotografer, membuat foto HDR dalam beberapa klik saja sudah jadi.
  • Fitur 3D Object :lebih mudah dalam memutar teks dan objek, serta merubah teks ke 3D.

Untuk lebih jelasnya silahkan liat di site promo Adobe berikut :

ADOBE PHOTOSHOP CS 5 EXTENDED


Tapi sayangnya harga yang dibanderol untuk software asli yang premium saja seharga $ 697 atau setara dengan Rp 6.337.500. Harga yang sebanding dengan sebauh Notebook baru.

Jumat, 27 Agustus 2010

Tips Memilih Kamera Digital

1. yang pasti kualitas gambar bagus, dan harga terjangkau
2. resolusi cukup (di atas 5MegaPixel)
3. ada flash light (biar bisa poto2 di malam hari)
4. bisa optical dan digital zoom secukupnya (di atas 2X)
5. ada anti getar (kualitas foto bagus walaupun tangan kita gak stabil/getar/goyang)
6. bisa rekam video secukupnya
7. Continuous shooting ok (jumlah frame per detik yang bisa di tangkap)
8. ada lcd dengan ukuran secukupnya
9. ada port untuk koneksi dat/ transfer data ke pc atau notebook (minimal ada usb port)
10. ada aditional storage (ada memory card tambahan dengan kapasitas secukupnya, min 512MB)
11. power yang cukup buat poto2 ama capture video (pengen nya yang lihium tapi katanya enakan yang A3 kalo habis tinggal cari warung terdekat he he)
12. ada garansi tentunya he he he
13. gak malu maluin kalo di bawa jalan

All About DSLR



Tak dapat dipungkiri, kemajuan dunia fotografi belakangan ini begitu pesat semenjak semakin terjangkaunya harga kamera DSLR, bahkan beberapa produk DSLR kelas pemula ada yang mencapai kisaran harga lima jutaan. Dengan membeli kamera DSLR, seseorang akan mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang fotografi, sekaligus mendapat jaminan akan foto-foto yang berkualitas dan terhindar dari kekecewaan saat memotret memakai ISO tinggi. Ditambah lagi kini harga kamera DSLR bekas sudah semakin murah dan bahkan bisa menyamai harga kamera saku keluaran baru, sehingga makin banyak saja orang awam yang memutuskan untuk membeli kamera DSLR untuk pertama kalinya.

Namun kamera DSLR bagaimanapun juga adalah kamera yang ditujukan untuk penggunaan tingkat lanjut dan ada beberapa aspek yang berbeda dengan kamera biasa baik dari segi pemakaian maupun perawatannya. Inilah beberapa fakta yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli kamera DSLR :

Membeli DSLR adalah membeli sebuah sistem

Saat begitu banyak pilihan merk di pasaran, faktanya DSLR adalah sebuah sistem fotografi yang umumnya memerlukan beberapa perangkat dengan merk yang sama, yaitu bodi kamera, lensa, lampu kilat dan asesori. Faktanya pula, harga lensa bisa jauh lebih mahal daripada kamera, sehingga saat memutuskan akan membeli kamera DSLR camkan bahwa kamera yang akan dibeli ini adalah sebuah awal dari perburuan panjang akan sebuah sistem fotografi yang menyeluruh.

DSLR punya banyak pilihan lensa

Adalah wajar saat banyak pemilik DSLR pemula (yang umumnya memakai lensa kit) bertanya lensa apa lagi yang sebaiknya dia beli. Namun faktanya kebutuhan lensa itu berbeda-beda tergantung kebutuhan fotografi dan kondisi keuangan seseorang. Mulailah dengan mengenali jenis-jenis lensa yang biasa dipakai para fotografer, termasuk kisaran harganya. Seperangkat sistem fotografi yang lengkap memerlukan minimal sebuah lensa wide, normal dan tele. Bagi yang ingin praktis bisa memiliki lensa zoom yang mampu men-cover rentang yang lebar, seperti lensa zoom 18-200mm. Perlu diketahui pula, ketajaman lensa zoom masih kalah dibanding dengan lensa fix. Mana yang anda pilih, kenali dulu kebutuhan fotografi anda.

DSLR memakai cermin dan jendela bidik optik
Cermin pada DSLR

Cermin pada DSLR

Ciri utama DSLR (selain lensanya yang bisa dilepas) adalah adanya cermin yang bisa turun naik. Saat posisi cermin turun, gambar dari lensa akan dipantulkan ke arah jendela bidik optik sehingga kita bisa melihat bidang gambar yang masuk melalui lensa. Saat gambar diambil, cermin akan terangkat sesaat memungkinkan cahaya memasuki sensor (dan jendela bidik akan gelap sesaat). Meski DSLR modern kini mulai menawarkan live view, namun umumnya kamera DSLR mengandalkan jendela bidik sebagai satu-satunya cara untuk melihat foto yang akan diambil. Saat pemakai kamera saku sudah terlanjur terbiasa melihat gambar yang akan diambil melalui layar LCD, mungkin pada awalnya akan merasa aneh saat pertama beralih ke DSLR kerena harus mengintip lubang kecil yang bernama jendela bidik optik.

DSLR memiliki sensor yang besar dan ada crop factor
Perbandingan sensor (Wikipedia)

Perbandingan ukuran sensor (Wikipedia)

Rahasia di balik kualitas gambar kamera DSLR terletak pada sensornya yang berukuran lebih besar dari kamera saku. Perhatikan kalau faktanya ukuran sensor pada DSLR itu beragam, ada yang disebut ukuran full-frame (36 x 24mm), ada yg berukuran 29 x 19mm (APS-H), ada yang berukuran 24 x 16mm (APS-C), dan yang terkecil ada yang berukuran 18 x 13.5mm (four thirds). Perbedaan ukuran ini tampak membingungkan, ditambah lagi adanya konsekuensi dari ukuran sensor yang berdampak pada adanya crop-factor pada lensa yang dipakai. Maksudnya, panjang fokal lensa yang dipakai bisa memberikan fokal efektif yang berbeda-beda tergantung jenis sensornya. Singkatnya, sensor full frame tidak mengalami crop factor, sensor APS-H punya 1.3x, APS-C 1.5x (Nikon, Pentax) atau 1.6x (Canon) dan Four Thirds 2x.

DSLR juga memiliki pilihan resolusi/megapiksel

Kemampuan kamera digital dalam menangkap gambar ditentukan dari resolusi yang dibentuk oleh sejumlah titik atau piksel pada sensor, jadi entah itu kamera ponsel atau kamera DSLR memang faktanya punya resolusi yang dinyatakan dalam satuan mega piksel. Apabila anda masih percaya kalau mega piksel yang lebih besar adalah lebih baik, coba pikirkan kembali. Sebuah DSLR dengan 6 MP memang punya resolusi yang kalah tinggi bila dibanding kamera saku modern yang punya resolusi 14 MP. Tapi soal kualitas hasil foto, ceritanya jadi berbeda. Faktanya, DSLR dengan 6 atau 10 MP sudah amat baik bahkan untuk keperluan fotografi profesional sekalipun dan pilihan DSLR dengan resolusi lebih tinggi (12, 14 hingga 24 MP) lebih ditujukan bagi mereka yang sering melakukan cropping gambar.

DSLR memiliki ‘jeroan’ yang rumit dan presisi
Modul light meter

Modul light meter

Ibarat sebuah mesin, kamera DSLR memiliki banyak komponen di dalamnya. Salah satu komponen utama dalam kamera adalah modul auto fokus. Kelas dan harga sebuah kamera DSLR salah satunya ditentukan dari jenis modul AF dan jumlah titik AFnya. Modul AF pada DSLR bekerja berdasar phase-detect sehingga akurasi dan kecepatannya jauh mengalahkan sistem AF pada kamera biasa. Belum lagi terdapat beberapa titik AF yang bisa dipilih secara manual atau auto sehingga menghindarkan kita dari kesalahan pemilihan fokus. Selain modul AF, modul lain yang tak kalah pentingnya adalah alat ukur cahaya atau light meter, yang bertugas mengukur dan menganalisa pencahayaan yang masuk melalui lensa dan menentukan berapa eksposure yang tepat. Kesalahan pengukuran cahaya menyebabkan foto jadi terlalu terang atau terlalu gelap. DSLR kelas atas memiliki modul metering yang lebih presisi dengan banyak titik sensor sehingga amat jarang tertipu (oleh cahaya), sementara DSLR ekonomis punya modul metering yang lebih sederhana. Bandingkan dengan kamera saku yang tidak memiliki modul khusus seperti ini, dia hanya mengandalkan algoritma prosesor kamera untuk mencari fokus dan mengukur eksposure secara otomatis.

DSLR bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan

Senang modifikasi mobil atau motor? Kalau begitu kira-kira DSLR pun hampir sama. Bila anda perlu focusing screen khusus, tinggal ganti. Kalau perlu magnifier eyecup, tinggal pasang. Kalau mau menambah daya baterai, pasang vertical / battery grip. Mungkin suatu saat nanti DSLR pun bisa gonta-ganti casing layaknya ponsel :)

DSLR punya kinerja tinggi dan buffer besar

Faktanya kinerja DSLR itu cepat. Auto fokus cepat, shutter lag yang cepat, memproses file JPEG cepat hingga menulis file ke memori juga cepat. Dibutuhkan prosesor kelas berat dan ruang simpan sementara (buffer) yang besar untuk mendukung semua proses ini. Apalagi dengan adanya fasilitas pemotretan sekaligus (continuous shooting) yang bisa mengambil hingga 5 gambar per detik, tentu ukuran buffer akan mempengaruhi kinerja keseluruhan. Untungnya kamera DSLR modern sudah memiliki memori buffer yang besar sehingga anda bisa memotret banyak gambar sekaligus tanpa masalah.

DSLR juga perlu lampu kilat

Dengan kemampuan ISO tinggi yang relatif bersih dari noise dan didukung oleh lensa bukaan besar, tampaknya seakan-akan kamera DSLR tidak terlalu perlu lampu kilat. Padahal faktanya, cahaya adalah faktor penting dalam fotografi, dan saat cahaya mulai tidak mencukupi, sumber cahaya tambahan paling mudah didapat adalah dari lampu kilat. Saat lampu kilat internal punya banyak keterbatasan, adanya flash hot shoe pada DSLR bisa dimanfaatkan dengan memasang lampu kilat eksternal. Beberapa DSLR bahkan memiliki fitur wireless-flash untuk kreatifitas ekstra seperti untuk foto makro. Untuk pencahayaan yang lebih lembut bisa menambah diffuser pada lampu kilat. Untuk menghindari cahaya langsung ke objek foto, lampu kilat bisa diarahkan atau dipantulkan ke langit-langit (bouncing).

DSLR sensitif terhadap debu, perlu perawatan ekstra

Ingat kalau lensa pada DSLR bisa dilepas. Resiko dari melepas lensa adalah adanya resiko masuknya debu ke dalam kamera, yang artinya debu itu bisa jadi menempel di sensor. Faktanya debu yang melekat ini akan nampak di hasil foto, apalagi bila memakai bukaan diafragma kecil. Untuk menghilangkan debu, gunakan peniup debu khusus yang dijual di toko kamera. DSLR modern sudah dilengkapi dengan sistem anti-debu, meski menurut saya tetap lebih efektif memakai peniup debu khusus. Perhatikan kalau debu juga bisa menempel di cermin, dan debu pada cermin ini meski tampak di jendela bidik tetapi tidak mengganggu hasil foto nantinya. Untuk mengenali kiat-kiat membersihkan kamera bisa baca di sini.

DSLR punya usia shutter tertentu
Shutter unit

Shutter unit

Satu lagi fakta yang kurang mengenakkan. Setiap jepretan pada kamera DSLR akan tercatat, dinyatakan dalam istilah shutter count. Betul kalau tiap kamera punya shutter yang suatu ketika akan rusak, namun pada DSLR sudah ada estimasi dan pengetesan pabrik akan berapa ‘harapan hidup’ dari shutter unit sebelum akhirnya menjadi rusak atau bermasalah. DSLR ekonomis telah teruji hingga 50 ribu kali jepret, dan DSLR kelas atas sanggup lolos uji hingga diatas 100 ribu kali jepret tanpa masalah. Jadi belajar fotografi memakai DSLR di satu sisi amat tepat karena kameranya memang mendukung untuk belajar, tapi di sisi lain juga jangan sampai terlalu lama belajar, bisa-bisa saat anda sudah mahir justru shutter unitnya akhirnya rusak. Penggantian shutter unit bisa dilakukan oleh agen resmi dengan biaya sekitar satu juta.

Itulah beberapa fakta seputar kamera DSLR. Bila dirasa pilihan memiliki DSLR ternyata tidak semudah yang anda bayangkan, mungkin kamera kelas prosumer bisa jadi pilihan lain yang lebih menarik. Namun bila anda sudah siap akan segala konsekuensinya, menikmati fotografi dengan kamera DSLR tentu akan menjadi suatu kepuasan tersendiri.